Wednesday, January 21, 2009

CERMAT BERTINTERNET CDMA

CERMAT BERINTERNET CDMA

erang tarif masih akan berlanjut di tahun 2009 ini. Syukur – syukur tak hanya tariff SMS dan bicara saja tapi juga biaya akses internetnya. Dengan begitu akan meningkatkan pengguna internet untuk memaksimalkan layanan operator mobile CDMA seperti Fren, Smart, maupun FWA ( Fixed Wireless Acces ) semacam , Flexi, Esia. Hepi dan StarOne.

Tariff internet tak dipungiri memang masih menghantui para pengguna ponsel. Apalagi soal sistem pentarifan yang sampai saat ini masih membingungkanbagi sebagian orang. Sehingga banyak yang tak tahu bagaimana penghitungannya.

Nah, berikut ada sedikit tips soal bagaimana cara berinternet menggunakan layanan operator CDMA.

  1. Tentukan Layanan

Semua operator CDMA kini memiliki layanan akses internet. Hanya saja soal tariff dan pola pentarifannya ada yang berbeda. Keduanya akan menentukan mana yang lebih hemat.

Pola pentarifan ada dua macam,pertama berdasarkan volume ( volume based ) dan yang kedua berdasarkan waktu ( time based ).

Berdasarkan volume memotong pulsa tergantung dari besarnya trafik komunikasi data. Misalnya, apabila Anda mendownload file yang besarnya 100 kb dengan tariff operator per kb-nya Rp 5,- maka Anda akan dikenakan tariff sebesar Rp 500.00. Sedangkan untuk yang berdasarkan waktu akan lebih mudah karena ditetapkan berdasarkan lamanya waktu akses.

Mana yang lebih hemat ? Tentu saja tergantung dari keperluannya. Sebagai contoh, ketika kita ingin mendownload file yang besarnya mencapai 5 Mb ( sama dengan 5000 kb ), maka jika kita menggunakan tariff berdasarkan volume akan menjadi 5000 x Rp 5, = Rp 25.000,00.

Namun apabila kita menggunakan sistempentarifan berdasarkan waktu dengan tariff Rp 200/menit dan waktu yang dibutuhkanuntukmendownload file sebesar 5 Mb selama 15 menit, berate tarifnya hanya Rp 200 x 15 = Rp 3.000.00 saja. Meski begitu, berapa waktu yang dibutuhkan untuk mendownload tergantung dari kualitas jaringan.




  1. Tarif

Setelah mengetahui skema pentarifan. Kita harus jeli memilih tariff yang paling murah. Berikut tariff internet operator CDMA untuk pelanggan prabayar termasuk PPN

Operator

Time based / menit

Volume based / kb

Telkom flexi

Rp 85

Rp 2

Esia

Rp 275

-

Fren

Rp 100

Rp 6

Smart

-

Rp 0,275

StarOne

Rp 75

Rp 1,

Sumber : Situs Resmi Operator


  1. Jangkauan

Selain tariff yang tak kalah penting, perhatikan jangkauan layanannya. Operator CDMA mobile seperti Smart dan Fren memiliki daya jlajah yang lebih luas dari operator FWA. Apabila Anda sering bepergian ke luar kota, layanan internet dari kedua operator ini bisa dimanfaatkan.

Meski begitu,ada operator FWA seperti Flexi yang memperluas layanan intenetnya diluar jangkauan kode area utama dengan bantuanCombo Plus.


  1. Perangkat Yang Tepat

Banyak ponsel yang bisa dijadikan modem internet untuk PC. Tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menggunakannya. Apabila penggunaan internet Anda bisa mencapai 2 jam dalam satu kali akses, tidak direkomendasikan menggunakan modem ponsel.

Hal itu akan berakibat pada daya tahan ponsel tersebut.contoh yang paling sering terjadi adalah kerusakan pada baterai. Penyebabnya adalah terlalu panas sehingga bisa membuat baterai menjadi kembung. Selain itu, tidak praktis karena baterai harus selalu diisi ulang. Jadi, sebaiknya gunakan modem CDMA khusus untuk PC.

  1. Hemat

Penghematan bukan cumasoal tariff. Bisa juga dengan pemakaian yang benar. Jika Anda menggunakan layanan internet dengan pentarifan berdasarkan volume, maka penghematan bisa dilakukan dengan cara meminilmalisir besarnya data. Misalnya ketka ingin mengirimkan email, file yang akan dikirim bisa dikecilkan ( kompres ) menggunakan aplikasi WinZip.

Cara lainnya, khususnya ketika Anda sedang browsing nonaktifkan multimedia seperti gambar, video streaming dll.

Tak ada salahnya Anda juga memasang aplikasi atau software internet Traffic Monitoring agar pemakaian internet Anda bisa tercatat. Sehingga pemakaiannya pun bisa dihitung untukkemudian dibandingkan dengan berkurangnya jumlah pulsa Anda.


Wednesday, January 14, 2009

Mengatasi Jalan Macet Ala Semut




Hamburg (ANTARA News) - Pernahkah Anda terpesona oleh kemampuan semut naik-turun merayapi jalan sempit tanpa pernah baku tabrak?.

Tim ilmuwan dari Jerman mencari tahu bagaimana semut-semut itu bisa menghindari bertabrakan, dengan maksud agar lalu lintas gaya semut itu bisa diterapkan untuk lalu lintas jalan raya.

Para ilmuwan itu membangun "rumah semut" istimewa yang dilengkapi dengan jalan, jembatan dan berbagai bentuk kota semut, kemudian melakukan pengamatan sistem lalu lintas serangga tersebut untuk dimasukkan dalam komputer.

Dirk Helbing bersama tim dari Institut Teknologi Dresden itu merancang jalan bebas hambatan dengan dua arah dari sarang semut menuju ke kolam sirup gula, demikian menurut laporan yang sudah disiarkan oleh New Scientist.

Seperti yang sudah diduga, jalur sempit yang disiapkan dengan segera menjadi macet, namun apa yang membuat para ilmuwan itu terkesima adalah tepat sebelum jalur itu tersumbat, semut-semut yang keluar dan masuk saling menyilang untuk menciptakan jalur baru sehingga tidak terjadi kemacetan.

Para peneliti Jerman itu menerapkan hasil studinya dari serangga tersebut untuk menciptakan model pada komputer guna merancang jaringan jalan yang lebih rumit.

Mereka menemukan fakta bahwa semut-semut itu melakukan hal yang sama, yaitu semut yang akan masuk beralih untuk melewati jalur yang lebih sepi dan meskipun jalur tersebut lebih panjang, mereka tetap dapat mencapai ke pusat makanan dengan cepat dan praktis.

Cara itu sedang dipelajari untuk mengungkapkan bagaimana para semut tersebut menyebarkan informasi laporan lalu lintas antar mereka.

Menurut para ahli itu, jika mereka sudah bisa mengungkapkan misteri tersebut, mungkin manusia akan bisa melakukan tukar informasi ketika berlalu lintas dengan jalur jalan dua arah guna menghindari jalan macet, demikian DPA melaporkan.(*)

Thursday, January 8, 2009

TEKNOLOGI SELULER  UNTUK PEMERIKSAAN MEDIS

WHO ( Organisasi Kesehatan Dunia ) melaporkan, ¾ dari populasi dunia tidak memiliki akses untuk gambar medis. Di Negara yang sedang berkembang 50% peralatan medis yang tersedia tidak digunakan karena terlalu canggih atau tidak terawat karena petugas medisnya tidak dilatih untuk menggunakannya dengan benar.

Untuk itu, sebuah studi pengembangan sistem baru dilakukan dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mendemostrasikan kemungkinan konsep gambar medis dengan bantuan teknologi seluler. Ya, tepatnya melibatkan ponsel dan proses-proses teknik yang dapat memberikan solusi terkait gambar medis di area terpencil.

Sistem ini akan menggantikan perangkat gambar medis konversional menjadi sistem gambar medis terbaru yang dibuat dari dua komponen terpisah dan terhubung melalui teknilogi seluler. Unit tersebut pertama DAD (perangkat akusisi data) dimiliki oleh pasien, atau petugas yang mengalami keterbatasan perangkat.

Dan kedua adalah sebuah peralatan canggih yang terhubung dengan unit multiserver pengontrol di pusat. Teknologi seluler membantu menghantarkan gambar data mentah dari pasien untuk diproses di multiserver pengontrol pusat. Konsep ini di Demontrasikan menggunakan frekuensi ‘multiplexing electrical impedance tomography system’ yang telah dikembangkan untuk keperluan medis.

Dalam simulasi dicoba melalui talon seluler dikirimkan gambar tumor paru-paru dengan mode diagnosa medis dan gambar tersebut diperkecil sesuai gambar secara medis.

Sistem konvesional gambar medis berisi unit yang menggabungkan perangkat keras akuisisi data (DAD) dengan perangkat lunak dan layar penampil diperangkat lainnya. Ini menyebabkan biaya menjadi mahal. Kebanyakan perangkat medis terdiri dari tiga komponen yaitu perangkat keras akusisi data, perangkat penampil gambar dan perangkat keras yang melakukan pemrosesan gambar.

Pengujian memastikan telepon seluler standar dapat digunakan dalam dua phase untuk memproduksi gambar yaitu menghubungkan koleksi data dari perangkat dan gambar rekontruksi dari hasil analisa. Telepon seluler mengirimkan gambar, selanjutnya rekontruksi gambar hasil analisa dikirimkan kembali ketelepon selu;er menggunakan pesan multimedia (MMS) dan ditampilkan dilayar telpon seluler tersebut.

Hasilnya, tes ini membuktikan bahwa pertama, perangkat DAD dapat dipisahkan atau digabungkan dari proses rekontruksi, kedua, telpon seluler dapat menjadi media efektif untuk menghubungkan keduanya. ( sumber plosone.org )

TILANG UNTUK  PENGENDARA BERPONSEL

Bahaya akan perilaku penggunaan ponsel saat sedang berkendara sudah bisa diprediksi dengan pasti. Sayangnya di Indonesia belum ada peraturan yang jelas yang dapat menindak perilaku negative tersebut. Berbeda dengan berbagai Negara yang sudah memberlakukan peraturan akan hal itu.

Tidak jarang di jalan kita melihat seseorang mengendarai kendaraanya sambil menelepon menggunakan ponsel. Rasa kesal mungkin saja sempat timbul, karena kita membayangkan ada resiko kecelakaan yang mungkin saja terjadi.

Kedepannya mungkin perilaku seperti itu akan semakin jarang ditemui. Lantaran pihak kepolisian dalam hal ini pihak Polda Metro Jaya mewacanakan akan menilang pengendara yang menggunakan ponsel saat mengendra. Setidaknya inilah yang disampikan Kasi Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Irvan Prawira.

Alasan diterapkanya aturan ini karena kerap terjadi kecelakaan dijalan akibat pengendara yang lalai. Berdasarkan data kepolisian, jumlah kecelakaan di Jakarta pada tahun 2007 meningkat 70% dibanding tahun 2006. Tercatat ada 5.145 jumlah kecelakaan, dan 71% diantaranya di sebabkan kelalaian manusia saat berkendara. Meski memang tidak diperoleh data yang lebih terperinci apakah kelalaian tersebut akibat menggunakan ponsel saat berkendara.

Namun Irvan mengatakan, inti dari kebijakan ini adalah untuk menguragi angka kecelakaan akibat menggunakan ponsel. Walaupun memang diakuinya saat ini belum terlalu signifikan tingginya kecelakaan karena menggunakan ponsel. Menurutnya selain membahayakan si pengemudi, pengendara lain juga akan terganggu.

Belum Ada Hukum Yang Jelas

Selain masih wacana, ternyata peraturan ini belum memiliki payung hukum yang kuat. Meski pada dasarnya sudah ada Undang-Undang Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas, yang bisa jadi patokan. Hal itulah yang disampaikan Irvan Prawira. Menurut dia, UU Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas, ada aturan yang harus dipakai. “Ada pasal setiap pengendara harus mengendalikan kendaraan dengan wajar atau pengendara memperhatikan keselamatan orang lain,” tutur Irvan.

Irvan menjelaskan bahwa sebenarnya pasal mengenai penilangan terhadap para pelanggar lalu lintas ini sudah ada UU no 14 tahun 1992 tentang lalu lintas. “ Pasalnya sudah ada di UU, tinggal CJS ( Crimimnal Justice System) dari unsur hakim dan jaksa memberikan persetujuan,” tambah Irvan.

Lain halnya dengan apa yang disampaikan Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Dephum Suripto. Menurutnya UU No 14 tahun 1992 sedang dalam proses revisi dan sekarang berada ditahap legislasi dengan DPR. Suripto mempersilakan jika ada masyarakat yang memberikan masukan dalam revisi tersebut. “ Untuk masalah aturan menelpon saar berkendara belum ada dalam daftar inventaris masalah. Kalau masyarakat mau, bisa langsung usul ke DPR,” tandasnya. “ Dilihat aspek keselamatan penggunaan ponsel saat mengemudi memang membahayakan. Anjuran itu benar. Secara filosifil dan subtansi itu sangat masuk akal. Tapi titik lemah kita di UU ,” tambah Suripto.

Negara Lain Sudah Menberlakukan

Apa bila di Indonesia masih bersifat wacana. Lain halnya di Negara lain yang sudah memberlakukan atau mengenai pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara. Setidaknya ada 50 negara yang sudah menerapkan peraturan tersebut. Di antaranya yaitu: Australia, Austria, Bahrain, Belgia, Brazil, Kanada, Cili, Cina, Republik Ceko, Denmark, Mesir, finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, HongKong, Hunggaria, India, Irlandia, Israel, Italia, Jepang, Yordania, Kenya, Meksiko, Belanda, Norwegia, Pakistan, Polandia, Portugis, Rumania, Rusia, Slovenia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swisa, Taiwan, Turki, Inggris, Zimbabwe, dan termasuk Negara tetangga, yaitu Tailand, Filipina, Malaysia dan Singapura. Tindak Pelanggaran yang dikenal di Negara tersebut rata-rata berupa denda dengan besaran yang bervariasi.

Jadi ketika sudah banyak negara sadar akan bahaya perilaku menggunakan ponsel sambil mengendara, mengapa justru Indonesia masih lambat dalam menetapkan peraturanya. Semoga saja jangan sampai menggu tingginya angka kecelakaan akibat menelpon sambil berkendara, baru penetapan hal itu buru-buru di lakukan.

Tempat Paling Berbahaya Di Muka Bumi

Tempat Paling Berbahaya Di Muka BumiTempat yang paling berbahaya adalah tempat yang paling aman, begitulah Tzun Su berkata dan pak Iwan Cahyo mengutipnya, menanggapi komentar saya tentang fluktuatifnya bursa saham.

Jika logika ini ditarik korelasinya dengan kenyataan yang terjadi bahwa pemerintah USA dan Australia bolak-balik mengeluarkan "travel warning" terhadap Indonesia karena dianggap sebagai negara yang tidak aman sebagai tujuan pelancongan? Berarti Indonesia tempat yang paling aman donk untuk berlibur.

Penasaran, saya obok-obok uncle Google, tidak saya dapati tags yang menyatakan Indonesia tempat tidak aman buat berlibur kecuali travel warning dari kedua negara tersebut. Justru saya mendapati beberapa website yang menempatkan USA menduduki peringkat 1 dari 10 negara yang dianggap tidak aman di dunia.

Coba simak hasil analisa DR. Shahid Queshi seorang Senior Award Wining Investigative Journalist dan Penulis tentang masalah-masalah keamanan, kebijakan luar negeri dan terorisme , yang berbasis di London-Inggris yang dipublikasikan tanggal 30 Oktober 2007 di website http://www.icssa.org. (kemudian website ini tidak bisa diakses, tapi kita bisa cari dengan 'klu' Shahid Qureshi)

Tempat paling berbahaya di muka bumi:

"Menurut Anda, dimanakah tempat yang paling berbahaya di atas permukaan bumi? Yang saya maksud dengan BERBAHAYA dari segi keselamatan jiwa dan harta benda. Mungkin anda menduga Irak yang sekarang dilanda carut marut, karena tiap hari ada bom bunuh diri atau Palestina barangkali? Negara yang tidak pernah sepi dari berita akibat pendudukan tentara Israel.

Atau sebutlah negara-negara lain yang ada di kepala Anda yang menurut pengamatan Anda di media massa terjadi huru-hara, pemberontakan, dan lain sebagainya.

Dengan sangat menyesal, saya katakan bahwa Anda salah. Justru tempat yang paling berbahaya di atas permukaan bumi itu adalah: AMERIKA SERIKAT, benar, Anda tidak salah baca, sekali lagi AMERIKA SERIKAT

Jarum jam kriminalitas di Amerika serikat terus berdetak:

· Pembunuhan terjadi setiap 22 menit

· Perkosaan terjadi setiap 5 menit

· Perampokan terjadi setiap 49 detik

· Pencurian terjadi setiap 10 detik.

Lalu berapa anggaran yang harus disiapkan setiap tahunnya oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk menanggulangi tingginya tingkat kriminalitas?

· $78,ooo,000,000 untuk pengadilan kriminal

· $64,000,000,000 untuk perlindungan jiwa warga

· $202,000,000,000 untuk menanggunglangi hilangnya nyawa dan pekerjaan

· $120,000,000,000 untuk kejahatan dibidang dunia usaha

· $60,000,000,000 untuk masalah pencurian dan penipuan

· $40,000,000,000 untuk penanggulangan Narkoba, dan

· $110,000,000,000 akibat mabuk dalam berkendara (driving drunk)

Coba Anda jumlahkan angka angka tersebut, maka Anda akan kaget bahwa AS harus menghabiskan $675,000,000,000 ($674 Milyar) setiap tahunnya, bandingkan dengan biaya yang sudah dihamburkan AS dalam Perang di Irak yang "hanya" berjumlah sekitar $466 Milyar.

Bagi rata-rata pelancong, AS cukup aman, tetapi angka tidak pernah berbohong. Ada lebih dari 200 juta senapan di AS dan lebih dari 50 pembunuhan sehari, 10 kali lebih banyak daripada di Jerman. Hampir 5.000 orang meninggal setahun kecelakaan truk, sekitar 6.000 meninggal karena kejang-kejang di jalan dan 31.000 orang mengakhiri hidup mereka sendiri. AS sekarang memimpin negara-negara lainnya dengan kejahatan dan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia. AS juga telah penjarakan sekitar 2,3 juta orang. Warga negara Amerika juga meningkat jumlahnya yang menjalani hukuman penjara di luar negeri."

------

Jika Amerika tempat yang paling berbahaya di muka bumi ini, berarti kita boleh berasumsi bahwa di Amerika juga tempat yang paling aman, tapi aman buat siapa? Bagaimana kalau tempat ini ternyata aman buat para "Teroris" dan "Koruptor"

Kenyataannya para koruptor kita yang kabur ke negerinya paman Sam (juga ke Singapura, kasus David Nusa Wijaya) tersebut, paling susah ditarik pulang ketimbang yang ngabur ke Cina misalnya. Waktu itu alasannya belum ada perjanjian ekstradisi, terakhir dengan perundingan yang alot akhirnya koruptor ini diciduk di San Fransico.

Teroris? Teroris yang mana? Kan sudah ditangkepin di Indonesia? Jawabannya wikimuers pasti sudah tahulah, yang pasti kasihan banget Indonesia di 'gocekin' terus sama pemberitaan media yang asal jeplak "Indonesia tidak aman sebagai tempat berlibur dan investasi", baru sebulan belakangan ini kita 'melek' ternyata di Barat sono saat ini banyak investor yang cemas karena investasinya tidak aman.

semoga berguna sebagai bahan bacaan 'finish balancing' agar otak kita seimbang, banyak yang baik bisa kita petik di Barat sana, tapi banyak juga hal lebih buruk yang mereka tidak ekspos, ketika yang buruk ditimpakan ke negeri ini, banyak dari kita 'manggut - manggut' tanda...? Tanda tanya yang pasti...

Pis akhh..,

Upaya mengirit energi dan lingkungan hijau, kini telah memasuki kancah F-1. Hal itu ditandai dengan rencana FIA (Federation Internationale d'Automobile) menggunakan KERS tahun depan (2009). KERS, Kinetic Energy Regenerative (bisa juga Recovery) System adalah mengambil lagi energi yang terbuang saat mobil direm. Dengan cara ini, konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit. Emisi gas buang, terutama CO2 dapat pula dikurangi.
Ketika mobil direm, mesin tetap bekerja. Tenaga yang dihasilkan mesin tidak terpakai secara optimum karena mobil melambat atau malah berhenti total. Berarti tenaga mesin terbuang percuma. Tenaga yang terbuang berupa gerakan atau putaran komponen mesin itu disebut energi kinetik. Energi itulah yang diambil, disimpan dan nantinya digunakan lagi untuk menjalankan kendaraan.


Saat ini ada dua cara memanfaatkan energi kinetik, yaitu mekanikal dan elektrikal. Mekanikal, menggunakan roda gila. Sedangkan elektrikal, tenaga dari mesin diubah menjadi listrik (menggunakan generator), kemudian disimpan pada kapasitor atau aki. Setelah itu baru digunakan membantu mesin menjalankan kendaraan, misalnya berakselerasi. Karena menggunakan dua sumber tenaga , disebut hibrida. Pada F1, KERS yang ditawarkan Flybrid bekerja secara mekanikal. Tenaga mesin yang tidak terpakai saat mobil direm, disimpan pada roda gila berupa putaran atau energi kinetik. Nantinya energi tersebut digunakan lagi ketika gas digenjot.


Sederhana dan Praktis


Sebenarnya KERS sudah banyak dikembangkan oleh berbagai perusahaan otomotif. Pengembangan yang dilakukan mengarah ke pemulihan energi secara elektrikal. Karena itulah, ketika FIA menggagas penggunaan KERS, beberapa tim F1 langsung melakukan uji-coba. Ternyata sebagian tim F1 menggunakan sistem KERS sendiri. Misalnya , seperti yang dilakukan BWM. Akibatnya terjadilah insiden, mekanik BMW tersengat sentrum ketika memegang sidepot dan setir saat latihan.


Menurut Markuus Duesmann, Kepala Transmisi BMW, mekaniknya kena sentrum karena tegangan AC yang dihasilkan sistem KERS mobilnya tinggi sekali. Setelah diperiksa , kontrol unit KERS BMW ternyata menghasilkan tegangan tinggi yang berasal kapasitor pada sistem 12 volt yang digunakan mobil. Tegangan tersebut mengalir melalui setir dan sasis yang dibuat dari karbon.


Faktor utama FIA memilih KERS mekanikal lantaran kemasan dan ukurannya lebih kompak dibandingkan versi elektrikal. Bobot seluruh unit hanya 24 sedangkan volumenya volume 13 liter. Kondisi ini dinilai sangat pas buat mobill F1.


KERS mekanikal yang akan digunakan pada F1 dan dibuat oleh Flybrid dari Inggris. Energi yang bisa dihemat dari alat yang diciptakan perusahaan tersebut yaitu sekitar 400 kilojoule untuk setiap lap. Bila dikonversi lagi sama dengan 80 hp atau 60 kW untuk waktu 6,67 detik. Bila disederhanakan lagi, menjadi 60.000 Joule per detik.


Klaim Flybrid diragukan beberapa ahli energi dan otomotif. Menurut mereka, rata-rata bensin mengandung energi 39,5 MegaJoule/liter. Karena itu, klaim 60 kJ, sama dengan membakar 0,00151 liter atau 1,5 cc/detik dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya, bensin tak mungkin melepaskan energi 39,5MJ/liter dan seterusnya dikonversi menjadi energi mekanis. Para ahli energi memperkirakan, alat tersebut hanya bisa menghemat energi 3kW selama 20 detik.

Dibandingkan KERS elektrikal yang sudah banyak digunakan saat ini oleh perusahaan mobil untuk umum, sistem Flybrid masih kalah efisien. Menurut Luca Marmorini dari Toyota F1, sistem KERS Toyota pada mobil sport hibridanya, Supra yang telah memenangkan lomba ketahanan di Tokachi, Jepang mampu mengembalikan energi yang hilang sampai 70%. Sedangkan sistem mekanikal Flybrid hanya 20%. Karena itu pula, ia menilai KERS Flybrid yang bekerjasama dengan Totorak dan Xtrack kurang cangghi bahkan primitif. Padahal Flybrid telah mendapatkan penghargaan, “Engine Innovation of the Year” di Koln, Jerman tahun lalu untuk KERS ini.


Alasan lain FIA memilih KERS dari Flybrid adalah untuk mencegah perbedaan mencolok antara tim yang mampu membuat KERS dengan sangat bagus dan yang kurang baik. Padahal, berdasarkan perhitungan yang dibuat para insinyur F1, penggunaan KERS belum mampu mempercepat waktu tempuh per lap secara sginifikan. Pasalnya, waktu yang tersedia untuk mengambil energi tersebut 6,5 detik perp lapnya. Kalau pun ada, hanya bisa lebih cepat 0,1 – 0,3 detik/lap. Itu pun belum memperhitungkan distribusi bobot dan besarnya kemasan. Meski begitu diakui, dengan adanya KERS, kesempatan “overtake” lebih besar karena traksi lebih baik terutama saat mobil berakselerasi kembali.


Cara Kerja


KERS elektrikal yang digunakan perusahaan mobil saat ini, energinya diambil dari roda. Selanjutnya, energi tersebut disimpan dalam aki atau batere. Tenaga dari batere digunakan untuk memutar motor listrik. Motor listrik dimanfaatkan untuk membantu mesin utama untuk berakselerasi atau mengaktifkan perlengkapan mobil, seperti AC dan kelistrikan lainnya. Cara lain yang cukup menarik adalah seperti ditempuh Volvo, yaitu dengan istem ISG, (intergrated starter-generator). Starter dan generator adalah unit yang sama. Saat mesin dihidupkan berfungsi sebagai motor starter dan bila mesin sudah hidup menjadi generator untuk menghasilkan listrik.


Pada sistem yang dibuat oleh Flybrid, komponen utama terdiri dari roda gila dan CVT (continuously variable transmission) yang dipasang antara transmisi dan as roda belakang. Jika mobil direm, CVT mempercepat putaran roda gila dengan perbandingan 6 : 1. Roda gila berputar lebih cepat dan menyimpan energi dari mesin yang tidak sepenuhnya digunakan untuk menjalankan mobil. Begitu gas digeber, CVT memperkecil rasio. Kini giliran roda gila yang menyalurkan energinya ke transmisi untuk memerkuat traksi atau mempercepat akslerasi. Pada Flybrid, putaran roda gila untuk menyimpan energi mencapai 64.500 rpm.

Meski KERS Flybrid dinilai oke untuk recovery energi, beberapa ahli masih mengkhawatirkan masalah keamanan. Pasalnya, putaran roda gila yang sangat tinggi, menyebabkan bearing (laher) cepat aus, rontok dan bisa menimbulkan pecahan logam. Jawaban Flybrid, masalah keamanan merupakan aspek pertama yang diperhitungkan. Karena itu pula, roda gila dibuat dari karbon dan ditaruh di dalam tabung baja yang kuat.

SUMBER
BELITOYOTA.COM

TEKNOLOGI MASA DEPAN

Artikel ini pernah dimuat di detikinet.com. Sudah cukup lama, di pertengahan tahun 2007 lalu. Namun, entah mengapa, bagiku, artikel ini tidak pernah basi. Bahkan, aku print out dan masih disimpan sampai sekarang. Karena aku suka teknologi dan artikel ini mnyimpan inspirasi yang sangat berharga bagi para pecinta teknologi masa depan. Setelah membaca artikel itu berulang-ulang, aku jadi tertarik untuk mencari tahu lebih dalam tentang Teknologi Kontrol Pikiran. Ternyata, para ilmuwan memang sedang meneliti teknologi ini.

USB Mungil Berkapasitas 100 Terabyte


Di zaman serba mobile seperti sekarang ini, konsumen menginginkan semua pekerjaan bisa dilakukan secara ringkas tanpa merepotkan harus membawa-bawa tempat penyimpanan data yang ribet misalnya. USB mungil berkapasitas 100 Terabyte menjadi salah satu produk yang diimpikan di masa mendatang.

Bayangkan bagaimana jika USB berkapasitas 100 Terabyte alias 100.000 GB (1 Terabyte: 1000 GB) ada di saku Anda! Anda bisa membawa seluruh data yang diinginkan. Produk ini potensial segera menjadi kenyataan dengan adanya penelitian tentang kemungkinan penggunaan protein sebagai metode penyimpanan data.

Penerjemah Universal


Sebuah alat kecil yang bisa menerjemahkan banyak bahasa secara cepat juga merupakan salah satu yang diinginkan. Banyak hal telah dilakukan untuk mewujudkan produk ini, terutama oleh militer. Namun, masih dibutuhkan waktu yang panjang untuk menciptakan teknologi seperti ini.

Alat Pengganti Baterai


Teknologi baterai sebagai sumber daya tidak banyak berubah sejak pertengahan tahun 1800-an. Terlihat menyedihkan bahwa laptop yang dipenuhi teknologi modern masih memakai baterai sebagai sumber daya. Dengan daya tahan yang relatif sebentar dan memakan waktu untuk isi ulang, teknologi canggih pengganti baterai seharusnya segera dibuat.

Dunia Virtual yang Nyata


Dunia virtual seperti halnya game Second Life memang menyenangkan. Namun, dunia virtual seharusnya diciptakan tidak jauh berbeda dari dunia nyata, misalnya seperti dalam film The Matrix, film tentang dunia maya.

Kemampuan ‘Matrix’


Berbicara tentang The Matrix, ada bagian dimana manusia bisa melakukan karate tingkat tinggi dalam sekejap. Mungkinkah tercipta teknologi dimana kita bisa melakukan segala sesuatu yang tidak bisa kita lakukan dengan transfer data secara cepat? Teknologi seperti ini termasuk yang diinginkan ada di masa depan.

Teknologi Kontrol Pikiran


Mungkin Anda mengira teknologi ini hanya khayalan. Namun dalam penelitian baru-baru ini, seorang manusia cacat mampu menggerakkan mouse hanya dengan pikirannya. Di masa mendatang, teknologi seperti ini menjadi salah satu impian.

Transportasi Lebih Cepat


Kemajuan teknologi tranportasi tidak banyak terjadi selama 30 tahun terakhir. Tranportasi seperti ‘pintu ke mana saja’ milik Doraemon mungkin hanyalah mimpi. Namun, manusia diharapkan dapat membuat teknologi yang mampu meningkatkan kecepatan perjalanan sampai dua kali lipat dibanding sekarang.

Komputer Dengan Kecerdasan Artifisial


Kecanggihan komputer memang meningkat begitu pesat. Namun manusia masih harus menunggu lama untuk menciptakan komputer yang dilengkapi kecerdasan artifisial atau kecerdasan buatan yang menyerupai tingkat kepandaian manusia.

Teknologi Nano Yang Aman


Saat ini, manusia berada pada tahap awal dari teknologi Nano. Ada kemungkinan bahwa di masa mendatang, teknologi ini bisa menyembuhkan penyakit manusia maupun masalah lingkungan. Namun, bisa juga teknologi ini malah menyebarkan penyakit ataupun menghancurkan sebuah kota. Harapannya, hal-hal yang negatif tidak akan terjadi.

Teknologi Penyembunyi Identitas


Teknologi modern zaman sekarang menyediakan banyak hal bagus. Namun karena teknologi pula, privasi dan anonimitas manusia terusik. Teknologi idaman pada masa depan yang diidamkan berupa sesuatu yang bisa membuat Anda benar-benar tak terlihat dari kamera tersembunyi, GPS dan juga teknologi lanjutan yang membuat privasi semakin sulit dijaga.